Pembangunan 9 Unit Rumah Tahan Gempa RISHAM di Kabupaten Pinrang untuk Korban Bencana Alam 2024


Pinrang – Sembilan unit rumah tahan gempa Rumah Instan Sehat dan Aman (Risham) tengah dibangun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Rumah-rumah ini diperuntukkan bagi warga yang menjadi korban bencana alam yang melanda Bumi Lasinrang pada tahun 2024 silam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pinrang, DR Rhommy RM Manule, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tahan gempa ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Untuk di Kabupaten Pinrang ada 9 unit yang tersebar di beberapa kecamatan,” ujar DR Rhommy dalam acara peletakan batu pertama di Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua, Rabu, 26 Maret 2025.

Teknologi Rumah Instan Sehat dan Aman (Risham) yang digunakan dalam pembangunan rumah ini adalah teknologi rumah pracetak dengan struktur beton. Rumah ini terdiri dari lima tipe panel, yaitu Panel P135, P130, P110, L30, T30, dan C135, yang disambung menggunakan penyambung mekanis berupa baut dan pelat. Teknologi ini sudah digunakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sukabumi, Cianjur, Lombok, Palu, dan Manado.

“Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Pinrang menjadi yang pertama meresmikan pembangunan rumah dengan teknologi Risham. Sementara itu, di daerah lain seperti Luwu, Luwu Utara, dan Enrekang, pembangunan rumah dengan teknologi ini masih dalam tahap pembangunan,” jelas DR Rhommy.

Setiap unit Rumah Instan Sehat dan Aman ini menelan biaya hingga Rp 60 juta. Harapannya, dengan teknologi tahan gempa yang digunakan, rumah-rumah ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para korban bencana alam serta meningkatkan ketahanan bangunan di daerah rawan bencana.

Pembangunan rumah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan bagi warga Kabupaten Pinrang yang terdampak bencana alam, serta memberikan contoh bagi daerah lainnya untuk mengadopsi teknologi Risham sebagai solusi perumahan tahan gempa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Kabupaten Pinrang, Andi Calo Kerrang, Dandim 1404/Pinrang Letkol Inf. Abdullah Mahua, SH.I.,M.M, Kepala Dinas Bima Cipta Andi Awaluddin Maramat serta pihak terkait lainnya.

Previous Post Next Post